Kasir Datuok Saibu Gaghang Jejak Dubalang Yang Menggetarkan Penjajah
Abstract
Di balik kerasnya perlawanan rakyat Tanah Kampar, berdiri satu nama yang menggema di gelanggang sejarah, Yaitu Kasir Datuok Saibu Gaghang atau dikenal umum sebagai Datuk Seribu Garang, seorang Dubalang yang tak gentar menantang penjajahan, murid sekaligus pewaris semangat pamannya, Karim Datuok Saibu Gaghang, sang guru para pejuang. Dari gelanggang silat di Bangkinang hingga pengasingan di Ternate dan Digul, jejak Kasir adalah kisah tentang keberanian yang menolak tunduk, tentang marwah yang tak dapat dibeli, dan tentang anak Jati Melayu Tanah Andiko yang memilih terbuang daripada dijajah. Kolonial mencatatnya sebagai pemberontak berbahaya. Namun bagi rakyat V Koto Kampar (Kuok, Salo, Bangkinang, Air Tiris, dan Rumbio) namanya diingat sebagai benteng terakhir marwah negeri. la bukan hanya pahlawan di medan tempur, melainkan simbol harga diri Tanah Andiko, pewaris Sriwijaya yang menolak dilenyapkan sejarah. Buku ini menyingkap arsip-arsip kolonial yang berdebu, memulihkan memori yang nyaris hilang, dan menempatkan kembali Kasir Datuok Saibu Gaghang di pangkuan sejarah bangsa. Sebuah karya yang tidak hanya sebatas menulis sejarah, tetapi membangkitkan semangat Melayu untuk kembali berdiri tegak di atas marwahnya sendiri.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ilham Afandi, Indra Yusneaydi, Dino Aritaba, Mido Pulma Deslala, Andika Illahi, Mohd Abrar Syahroni, Syaipul Bahri, Ashadi Ainun, Aris Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






